11 Istilah Penting Mulai Belajar Saham

11 Istilah Penting Mulai Belajar Saham

Kalo denger kata “saham”, image yang pertama kali muncul mungkin bapak-bapak pebisnis yang kerja kantoran dan banyak duit, ya? Padahal, siapa pun bisa “main saham” sebenernya. Mulai dari anak kuliahan, profesional muda, sampai yang lebih dewasa. Apakah belajarnya susah? Nggak juga. Tapi, belajarnya harus ke sumber-sumber yang valid aja. Sebagai pengantar, kamu bisa belajar saham lewat artikel di bawah ini ya!

So, what is “saham”?

To put it simply, saham adalah bukti kepemilikan nilai dari suatu perusahaan. Let’s say, kalian beli saham di perusahaan A. Itu berarti sebagian dari perusahaan A jadi milik kalian. And with that logic, semakin banyak saham yang kalian beli dari perusahaan A, semakin besar juga bagian perusahaan A yang jadi punya kalian.

Pergerakan nilai saham dinamis banget. Bisa naik, turun, atau cenderung stabil. Bagi beberapa orang, mereka lebih pilih untuk investasi di saham jangka panjang dengan harapan nilai sahamnya akan naik drastis di beberapa tahun mendatang. Kemudian, kalau momen dan kondisi pasarnya dirasa cocok, sahamnya bisa dijual lagi ke pasar modal. 

There’s more. Dalam dunia saham, ada beberapa istilah yang harus kalian pahami artinya. Beberapa di antaranya ada di bawah ini!

1. Lot

Lot adalah satuan untuk 100 lembar saham. Satuan ini digunakan untuk jadi batas minimal untuk membeli/menjual saham. Misalnya, saham perusahaan X bisa dibeli dengan minimal pembelian 1 lot, yang artinya kita dapat membeli saham dengan minimal pembelian 100 lembar di perusahaan tersebut.

2. Sekuritas/Broker

Perusahaan sekuritas (atau broker) merupakan perantara yang menghubungkan investor dan pasar modal. Pada dasarnya, perusahaan sekuritas atau broker bisa menyarankan atau pun mengelola alokasi uang dari para investor ke perusahaan-perusahaan yang sahamnya bisa dibeli.

3. Bursa Efek

Singkatnya, bursa efek adalah pasar tempat saham dari berbagai perusahaan diperdagangkan. Di Indonesia, hanya ada satu bursa efek, yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI).

4. IPO (Initial Public Offering)

IPO adalah istilah yang digunakan suatu perusahaan ketika mereka pertama kali menawarkan sahamnya di bursa efek. Karena itu perusahaan yang melakukan IPO sering disebut sedang “go public”.

5. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)

Sesuai namanya, IHSG adalah angka rata-rata dari semua pergerakan saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Istilah ini digunakan untuk mempermudah pemberitaan naik turunnya kondisi pasar saham di Indonesia.

6. Likuiditas

Likuid berarti cairan. Sedangkan saham likuid adalah saham yang gampang diperjual-belikan. Semakin sering saham diperjual belikan, maka dapat ditentukan tinggi rendahnya volume transaksi setiap harinya. Dan level tinggi rendahnya transaksi itu yang disebut dengan likuiditas.

7. Dividen

Dividen adalah besaran bagian dari keuntungan perusahaan yang diberikan kepada seluruh pemilik saham. Jumlah yang dibagikan kepada masing-masing investor tentu berbeda, ya tergantung dari besaran saham perusahaan yang dimiliki.

8. Capital gain

Capital gain adalah istilah yang digunakan ketika harga jual saham lebih tinggi daripada harga belinya. Namun, apabila pemilik masih menguasai aset saham, hal tersebut tidak dapat dikatan sebagai kapital gain. Selisih dari harga jual dan harga beli saat transaksi lah yang dapat dikatakan sebagai keuntungan modal atau capital gain

9. Capital loss

Kebalikan dari capital gain, capital loss menandakan harga jual saham yang lebih rendah daripada harga belinya. Hal tersebut mungkin saja terjadi karena harga saham yang cenderung fluktuatif atau naik-turun. Misal, Lucky membeli saham perusahaan Sabar Aja seharga Rp 1.350,- sebanyak 10 lot dan terpaksa menjual kembali dengan harga Rp 1.300,-. Maka Lucky mengalami kerugian atau capital loss sebanyak Rp 50.000,-.

10. Bearish

Istilah bearish digunakan untuk menunjukkan keadaan harga saham yang menurun. Para investor juga sering menggunakan istilah bearish untuk memperkirakan indeks harga saham yang akan segera turun. Untuk menghindari jebakan bearish, investor harus jeli melihat kondisi pasar, dan dapat menganalisa pasar baik secara teknikal maupun fundamental.

11. Bullish

Sebaliknya, bullish menandakan keadaan harga saham yang meningkat. Kenaikan harga saham ini dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di negara tersebut atau kondisi ekonomi dunia. Bila sektor usaha dan bisnis sedang mengalami pertumbuhan, tingkat pendapatan perkapita naik, dan laba perusahaan terus meningkat kemungkinan besar kondisi pasar saham akan mengalami tren naik.

Nah, itu dia sekilas pengantar untuk kalian belajar saham. Semoga penjelasannya mudah dipahami! Terus, buat kalian yang mau belajar main saham lebih lanjut, Ssstt.. ini loh rahasia permainan investasi saham. Semoga membantu! See you soon, future investors! 

Takeaway your news! Dapatkan konten eksklusif langsung ke email kamu!

Tulis email kamu dibawah ini. Gratis, tanpa komitmen