Dampak Joe Biden pada Strategi Investasi

Apasih Dampak Biden Efek pada Strategi Investasi?

Udah pernah dengar istilah “Biden Effects”? Iya, Biden as in Joe Biden, bapak presiden baru di Amerika Serikat. Hasil Pemilu Amerika Serikat 2020 menunjukkan bahwa Joe Biden resmi diumumkan sebagai pemenangnya, mengalahkan mantan presiden Amerika, Donald Trump, pada tanggal 7 November 2020 silam. Dengan segala hiruk-pikuknya, kemenangan Joe Biden ternyata sangat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Tentunya, juga di bidang ekonomi, and of course, bursa saham global. Nah, dampak-dampak kemenangan Biden di pemilu AS sebagai presiden ini yang disebut dengan “Biden Effects”.

Dampak dari Biden Effects ini sangat besar khususnya di Indonesia! Bahkan, sebenarnya, saat Joe Biden masih diprediksi akan menang, bursa saham global sudah melesat lumayan tinggi, juga termasuk IHSG. Setelah Joe Biden sudah secara resmi menang di Pilpres Amerika, negara-negara berkembang, kayak Indonesia, dianggap bisa diuntungkan. Kenapa? Yuk bahas lebih lanjut melalui poin-poin di bawah!

Biden Effect di ekonomi apa memangnya?

Terus percaya nggak pasar finansial di berbagai belahan dunia meningkat pasca-kemenangan Biden? Nih, buktinya! Pertama, barometer pasar Sensex dan Nifty melonjak sejumlah 5,75 persen dan 5,34 persen (secara berurutan) di minggu lalu. Keduanya juga berada dalam jarak yang sangat dekat untuk mencatat rekor tertinggi baru. Selain itu, pasar saham Inggris, Financial Times Stock Exchange (FTSE) 100 Index, juga melesat 4,4 persen (atau 260 poin) ke angka 6,170 setelah para investor menerima kabar tentang kemenangan Biden.

Kemudian, di Asia sendiri, Bursa Asia pada pagi 9 November 2020 juga positif. Sebagai bukti, indeks Nikkei naik sebesar 2,09 persen, indeks Hang Seng Hong Kong naik sebesar 1,38 persen, indeks Strait Times naik sebesar 1,4 persen, dan indeks Shanghai Komposit juga naik sebesar 1,17 persen. Sama seperti bursa-bursa saham Asia lainnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia juga berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 9 November 2020. Great news, right?

Nah, selain di bursa saham global, Biden Effect juga sangat nyata terlihat dari pergerakan nilai tukar mata uang termasuk Rupiah. Pada 9 November 2020, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot pagi menguat 45 poin. Jadi, saat itu, rupiah berada pada level Rp14.165 per dolar AS (naik sebesar 0,32 persen kalau dibandingkan dengan penutupan sebelumnya). Ariston Tjendra, Kepala Riset Monex Investindo, menyatakan bahwa penguatan rupiah hari itu disebabkan oleh, tidak lain tidak bukan, sentimen terpilihnya Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat yang baru. Nah, Biden Effect tersebut disambut dengan positif oleh pasar sehingga aset-aset berisiko kembali dilirik oleh investor.

Lalu, kami sebagai investor harus apa?

Sejumlah ahli strategi pemasaran mengatakan bahwa para investor perlu mengantisipasi bagaimana kepemimpinan Biden sebagai presiden AS akan memengaruhi beberapa sektor. Sektor-sektor tersebut adalah industri solar dan energi alternatif serta pembangunan infrastruktur. Jeff Schulze, ahli strategi investasi juga mengatakan bahwa investor perlu mempertimbangkan bahwa Biden akan memfokuskan pendanaan Amerika Serikat ke pemerintahan, sosial, dan lingkungan. Oddly enough, kemenangan Biden juga dikatakan dapat memperlambat pertumbuhan saham di bidang teknologi, dan justru mendorong saham- saham di bidang kesehatan, misalnya.

Tapi, berita baik ini tidak datang tanpa unsur negatif. Perlu dipahami bahwa perubahan drastis ini bisa saja hanya bersifat sementara. Sebagai contoh, kenaikan IHSG ke zona hijau bisa saja mengarah ke area overbought. Bahkan, keberhasilan investasi jangka pendek justru bisa berubah menjadi kegagalan investasi jangka panjang. Oleh karena itu, para investor sangat dianjurkan untuk mempertimbangkan strategi jual-beli saham mereka matang-matang. And, yes, this includes you!

Takeaway your news! Dapatkan konten eksklusif langsung ke email kamu!

Tulis email kamu dibawah ini. Gratis, tanpa komitmen