Berkat Saham Tesla, Elon Musk Jadi Orang Terkaya

Berkat Saham Tesla, Elon Musk Jadi Orang Terkaya

Udah tau belom kalo taksi Silverbird sekarang udah ada yang pake mobil bermerk Tesla? Keren banget gak sih? Buat yang belum tau, Tesla itu adalah perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat yang juga fokus di industri energi ramah lingkungan. Karena desain mobilnya yang modern dan teknologinya yang gak kalah menarik, mobil ini banyak diminati oleh orang-orang. Terlebih lagi, mobil ini belum banyak ditemui di Indonesia. Jadi, ada semacam kebanggaan sendiri gitu kalau punya Tesla (atau sekadar pernah naik Tesla).

Sedikit bahas tentang sejarahnya Tesla, perusahaan mobil listrik ini pertama kali dibangun pada tahun 2003 oleh pebisnis Martin Eberhard, sebagai Chief Executive Officer (CEO), dan Marc Tarpenning sebagai Chief Funding Officer (CFO). Nama “Tesla” sendiri diambil dari nama belakang investor mereka, yaitu Nikola Tesla. Untuk menjalankan perusahaan tersebut, pembiayaan operasional Tesla yang paling besar berasal dari co-founder PayPal, yaitu Elon Musk. Kemudian, pada tahun 2008, Tesla merilis produk pertamanya, yaitu Roadster yang seluruh sumber bahan bakarnya adalah listrik. Di tahun yang sama, Elon Musk naik jabatan menjadi CEO, setelah Martin dan Marc meninggalkan perusahaan Tesla.

Dua tahun setelahnya, tepatnya pada 29 Januari 2010, Tesla (TSLA) akhirnya pertama kali debut di pasar saham, atau yang biasa kita sebut dengan melakukan IPO. Sejak itu, saham Tesla mengalami banyak naik-turun, termasuk jatuh sebesar 30% pada 7 Agustus 2018. Nah, fast forward ke awal tahun 2020, pada masa itulah saham Tesla mulai laku dijual. Meskipun ada pandemi Covid-19, para investor tampaknya tetap tertarik dengan saham Tesla karena pabrik mereka yang di Shanghai sudah mulai berjalan. Pada tahun tersebut, Tesla juga menjanjikan adanya produk semi truck elektrik yang diberi nama Semi dan sudah memulai pengerjaan mobil barunya, yaitu Model Y.

Berarti, investornya Tesla pada untung dong?

Untung banget! Tapi, ada yang jauh lebih cuan dari para investor Tesla. Siapa lagi kalau bukan CEO-nya sendiri, Mister Elon Musk? Saking signifikannya kenaikan nilai saham Tesla, Elon Musk sampai berhasil menyaingi Jeff Bezos, pemilik Amazon, sebagai orang terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaire Index! Padahal, Jeff Bezos sudah memegang gelar “orang terkaya di dunia” sejak Oktober 2017 dan belum pernah ada yang bisa mengalahkan. 

This is all thanks to kinerja saham Tesla yang tercatat naik sebesar 743% selama tahun 2020 dan masih naik lagi per 11 Januari 2021. Bayangin deh, sahamnya meningkat tujuh kali lipat! Udah gitu, pada Desember 2020 lalu, Tesla juga terdaftar di indeks S&P 500. Dengan kata lain, Tesla diakui sebagai salah satu dari 500 perusahaan yang sahamnya dianggap paling berharga di dunia! Such a green light for the investors

Di balik peningkatan nilai sahamnya, perusahaan mobil listrik tersebut emang berhasil memproduksi dan menjual hampir 500.000 mobil sih tahun lalu (2020). Penjualannya Tesla aja naik sebesar 36% dari tahun sebelumnya. Kalau dirangkum jadi satu kalimat sebab-akibat, peningkatan penjualan sebesar 36% di Tesla berhasil membuat nilai sahamnya naik sebesar 743%. That’s just amazing, isn’t it?

Menanggapi isu “orang terkaya di dunia” ini, Elon Musk merespons dengan twit, “How strange” dan “Well, back to work …” Kalau tanggapannya Elon Musk sesingkat itu, dan diakhiri dengan pernyataan kalau dia kembali bekerja, kita bisa berasumsi bahwa Elon Musk emang pekerja keras gak sih? Apalagi beliau juga CEO dari SpaceX. Gak kebayang sibuk nya kaya gimana.

Tapi, itu jadi bukti sih kalau. Hard work does pay off, guys. Elon Musk gak mungkin jadi orang terkaya di dunia kalau gak kerja keras–and work smart too! Tapi, kalau belum bisa sekaya Elon Musk, mungkin kita bisa mulai beli sahamnya dulu aja kali ya? Soalnya, ada prediksi kalau saham Tesla bakal makin meroket nih tahun ini. Don’t forget to keep an eye on TSLA!

Takeaway your news! Dapatkan konten eksklusif langsung ke email kamu!

Tulis email kamu dibawah ini. Gratis, tanpa komitmen