Pelajaran Penting tentang Investasi di Film The Wolf of Wall Street

Pelajaran Penting tentang Investasi di Film The Wolf of Wall Street

Siapa sih yang gak tahu Leonardo DiCaprio? Sang aktor tampan asal Amerika yang main di film klasik Titanic (1997) dan banyak film lainnya. Leonardo DiCaprio juga udah berhasil menang banyak banget penghargaan seputar film, kayak Golden Globe Award for Best Actor, Academy Award for Best Actor in a Leading Role, MTV Movie Award for Best Male Performance, dan masih banyak lagi! Beliau udah menangin kurang lebih 27 penghargaan sejak tahun 1993 sampai hari ini. Dan karena masih aktif syuting di sana-sini, penghargaannya bakalan nambah lagi sih kayaknya.

Salah satu film yang paling iconic yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio adalah The Wolf of Wall Street (2013) garapan sutradara Martin Scorsese. Film berdurasi 180 menit itu bercerita tentang kehidupan seorang broker yang awalnya hidup pas-pasan dan kemudian menjadi miliuner di Wall Street. Iya, Wall Street yang distrik pusat finansial, yang isinya ada New York Stock Exchange (NYSE) dan headquarters buat banyak perusahaan broker dan bank besar di Amerika Serikat itu.

In details, filmnya tentang apa sih?

Heads up, guys! This is a spoiler alert. 

For better context, latar film ini adalah di tahun 1987. Pada masa itu, karakter yang dimainkan oleh Leonardo DiCaprio, Jordan Belfort adalah seorang pegawai di perusahaan broker yang kena brainwash sama Mark Hanna, seorang broker yang lebih senior. Awalnya, Jordan tuh punya mindset kalau broker yang hebat adalah broker yang bisa menghasilkan duit buat kliennya dan dirinya sendiri. Tapi, kalau menurut Mark Hanna di film itu, “move the money from your clients’ pocket into your pocket.” Terus, karena Jordan bekerja di bawah Mark Hanna, Jordan jadi ikutan addicted deh ke segala kebiasaan buruknya Mark Hanna.

Abis itu, bareng sama tetangganya, Donnie Azoff, Jordan akhirnya bikin perusahaan brokernya sendiri yang dikasih nama Stratton Oakmont. Sayangnya, strategi yang digunakan di perusahaan barunya adalah strategi yang diajarin sama Mark Hanna. Jadi, Jordan dan seluruh pegawainya sukses besar-besaran, tapi klien mereka justru kebalikannya. Perusahaan mereka bahkan sukses mengamankan IPO-nya Steve Madden. Dari proyek itu, Jordan dapet 22 juta dolar US secara ilegal–yang kemudian disebar (disembunyiin) di berbagai bank dari berbagai negara supaya ga ketawan sama FBI. Tapi, ujung-ujungnya ketangkep juga sih. Stratton Oakmont juga ditutup. 

What exactly can we learn from that story?

Well, ada cukup banyak pelajaran yang sebenernya bisa ambil dari film The Wolf of Wall Street. Nih, beberapa di antaranya udah dirangkumin buat kalian!

1. Hati-hati kalau mau milih manajer investasi (MI)

Di film itu, Jordan Belfort dan Mark Hanna adalah fund managers atau yang biasa kita sebut sebagai manajer investasi (MI). Lihat deh dari rangkuman cerita yang udah tertera di atas. Kelihatan kan kalau mereka gak mentingin klien mereka sama sekali? Mark Hanna malah bilang ke Jordan buat jangan pernah biarin klien mereka pulang bawa uang yang banyak. Mendingan, mereka bujuk klien tersebut buat investasi di tempat lain lagi supaya komisi mereka nambah terus. Seriously, guys. Hati-hati ya kalau mau milih MI!

2. Coba belajar investasi untuk diri sendiri aja

Masih ada hubungannya sama poin pertama, kalau kalian emang mau investasi, coba setidaknya pahami dasar-dasarnya dulu deh. Soalnya, bakal berisiko banget kalo kalian ga ngerti apa-apa dan cuma berharap uang kalian berhasil berlipat ganda karena dikelola sama “ahli finansial” (yang sebenernya cuma sales aja, bukan penasihat profesional). Kalau udah paham dasar-dasarnya, kan bisa mulai investasi kecil-kecilan. Be your own financial expert, guys!

3. Don’t put all your eggs in the same basket

Sama kaya Jordan yang nyimpen uangnya di berbagai bank, hal yang sama juga sebaiknya kalian terapkan kalau mau investasi. Alasannya adalah, karena investasi itu sifatnya fluktuatif dan gak pasti, jadi menyebar investasi kalian di beberapa saham atau aset bakalan meminimalisir risiko terburuknya. Gampangnya, kalau ada satu yang anjlok, yang lainnya belum tentu. Beda halnya kalau kalian banyak investasi di satu aset aja. Uang kalian jadinya cuma bisa bergantung sama aset itu. Kalau asetnya turun, say “Bye-bye uang!”

Well, that sums it up. Kalau masih kepo banget soal pelajaran investasi dan strategi finansial lain dari filmnya, langsung aja nonton ya The Wolf of Wall Street (2013). Spoiler alert (lagi), setelah keluar dari penjara, Jordan malah jadi pembicara yang ngasih nasihat-nasihat finansial! Emang bener, ya. Nobody knows what the future holds.

Takeaway your news! Dapatkan konten eksklusif langsung ke email kamu!

Tulis email kamu dibawah ini. Gratis, tanpa komitmen