Pompom Saham dan Endorse Influencers

Pompom Saham dan Endorse Influencers

Belakangan ini, banyak liat influencers yang ngomongin saham dan investasi gak sih? Contohnya sih ada Andre Taulany, Raffi Ahmad, Ari Lasso, dan masih banyak lagi. Awalnya sih emang ngomongin investasi, tapi ujung-ujungnya promosi broker tuh. Fenomena endorsement broker lewat influencers ini sebenernya menarik banget untuk dianalisis. Soalnya, dampak yang timbul tuh beragam banget, termasuk fenomena “pompom saham”. Belum familiar ya sama istilah itu? Gapapa. Yuk, kita bahas bareng-bareng.

Jadi, sistem endorse-nya gimana?

Sistem endorse-nya hampir sama kayak endorsement pada umumnya. Ya, pada dasarnya, para influencers ini tinggal ngasih tau bahwa ada broker yang bisa bantu orang-orang yang mau mulai investasi. Biasanya, syuting untuk endorsement-nya dilakukan deket barang-barang mewah. Mungkin tujuannya itu untuk meng-highlight bahwa keuntungan darihasil investasinya bisa beli barang-barang mewah. Ya supaya followers-nya makin percaya sama “bukti” hasil investasi yang terlihat di kontennya sih.

Untuk alur “testimoni”-nya sendiri, hampir mirip juga sih. Sebagai pembuka, para influencers papan atas biasanya cerita kalo mereka baru aja mulai bisnis dan/atau investasi saham. Beberapa di antaranya bahkan bilang kalo keuntungan yang mereka terima itu jumlahnya lumayan banyak dan didapatkan dalam waktu singkat juga. Tipe promosi kayak gini pasti ditelan mentah-mentah sih sama masyarakat yang emang mau gampangnya aja. Padahal, investasi gak bisa “tinggal beli dan jual” aja.

Kemudian, ada juga influencers yang digaet sama broker-broker buat jadi brand ambassador mereka. Salah satu broker reksa dana hits yang sering kerja sama bareng influencers sebagai brand ambassador adalah Bibit.id. Mereka udah pernah kerja sama bareng Raditya Dika, Deddy Corbuzier, dan Andira Hadley. Kalo sistem brand ambassador sih masih lebih smooth ya daripada endorsement langsung.

Terus, “pompom saham” tadi itu apa?

Pompom saham adalah strategi mem-boost citra sebuah perusahaan untuk membujuk orang biar beli sahamnya. Salah satu pemeran yang memiliki peran penting dalam strategi ini adalah para influencers. Mereka diminta untuk ramai-ramai mengajak orang untuk beli saham tertentu dan/atau pakai broker tertentu. 

Strategi pompom saham ini dilakukan supaya harga saham yang awalnya sepi peminat jadi naik melejit dalam waktu yang singkat. Caranya adalah dengan memberikan testimoni ke orang banyak berupa kesan yang super baik terhadap perusahaan saham atau broker tersebut. Misalnya, “Gue beli saham ini dan dalam sekian hari udah naik jauh banget loh!” Karena banyak orang yang tertarik buat ngikutin “testimoni” (berbayar) tersebut, jadi beneran naik deh harganya. Nah, padahal, risiko turun drastisnya juga besar banget. Karena, ya itu tadi. Prospek sahamnya bisa aja gak sebagus itu, cuma naik karena banyak peminat. Bisa aja beberapa hari setelahnya langsung drop parah. Lagian, sebagian besar dari saham yang di-”pompom” ini sebenarnya hanya saham “gorengan”. 

So what do we do?

Kalau dianalisis, sebenarnya strategi promosi yang dipakai sama broker-broker ini gak salah. Toh influencer marketing memang terbukti efektif untuk banyak hal. Namun, yang jadi masalah adalah influencers yang cuap-cuap soal saham ini layak dipertanyakan kredibilitasnya. Sebelum percaya apa yang mereka promosiin, masyarakat seharusnya mempertanyakan background orang-orang tersebut memang berasal dari bidang finansial, ekonomi, atau lainnya yang berkaitan atau ngga? Kalau mereka terbukti punya kompetensi  di bidang per-saham-an, baru deh silakan dituruti saran-saran dari mereka. Sayangnya, gak semua orang berpikir sampai situ. Kadang-kadang, orang asal ngikutin aja apa yang dibilang sama influencers tadi. 

Putting it in a nutshell, mending belajar dasar-dasar investasi yang bener dulu deh biar gak bergantung sama influencers yang latar belakangnya gak tau gimana. Kalau mau berguru soal investasi, langsung cari orang yang emang expert di bidangnya aja. Banyak kok sumber-sumber belajar investasi yang gratis dan reliable. Di Youtube juga udah banyak. Kalau mau yang lebih entertaining, bisa belajar lewat film The Wolf of Wall Street atau drakor Start-Up. Tapi, for starters, langkah paling awal yang bisa diambil adalah belajar tentang istilah-istilah di dunia saham. After that, you’ll be good to go deeper!

Takeaway your news! Dapatkan konten eksklusif langsung ke email kamu!

Tulis email kamu dibawah ini. Gratis, tanpa komitmen