Prediksi IHSG 2021 akan Meningkat

Siapa yang dapet rapot merah di 2020? Indeks Harga Saham Gabungan atau yang biasa disingkat jadi IHSG. Setelah ditutup oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto, IHSG dinyatakan turun 0,95% pada perdagangan terakhir di tahun ini. Kalau dirinci, ada 365 “mata pelajaran” (saham) yang turun, sedangkan 143 saham naik dan 119 lainnya stagnan (CNBC). Bad news? Maybe.

Tapi Menko Perekonomian kita justru optimis sama pergerakan IHSG di tahun mendatang, yaitu 2021. Bapak Airlangga Hartanto berharap bahwa, pada akhir tahun 2021, IHSG dapat meningkat sampai ke angka 7.000 (Kontan). Selain Menko Perekonomian RI, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, dan Mandiri Sekuritas juga menargetkan IHSG buat naik di tahun 2021, loh!  Namun, sedikit berbeda dengan optimisme Airlangga Hartanto, Mandiri Sekuritas hanya menargetkan IHSG untuk meningkat ke level 6.850 di akhir tahun ini. Berapa pun angka peningkatannya, let’s all say “Amen” to that!

Ada apa di balik prediksi IHSG naik tahun 2021?

1. UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker)

Peraturan yang sempat jadi kontroversi dan buat ribut sana-sini ini diproyeksikan bakal berdampak positif ke IHSG. Pasalnya, UU tersebut memuat aturan yang memberi kemudahan berusaha buat investor-investor (asing) yang mau investasi di Indonesia. Meskipun isu itu juga menjadi poin kontroversi beberapa bulan lalu, ternyata diprediksi bakal ada dampak baiknya juga terhadap perekonomian kita.

2. Vaksinasi gratis

Tahun ini kan banyak saham yang turun. Salah satu faktornya adalah masyarakat yang enggan keluar di tengah pandemi dan berujung menghambat roda ekonomi negara. Tapi, dengan wacana vaksinasi gratis yang kabarnya akan dilaksanakan tahun 2021, masyarakat diprediksi akan semakin yakin untuk melakukan aktivitas sosial-ekonomi dengan menerapkan protokol kesehatan tentunya. Yaaa, walaupun selama pandemi ini sudah ada beberapa yang bandel sih. Tapi, mobilitas dan aktivitas sosial-ekonomi itulah yang akan bisa mendorong ekonomi negara. 

3. Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS

Dari sentimen luar negeri, terpilihnya Joe Biden juga dapat memengaruhi IHSG 2021. Lebih spesifiknya, dengan kepemimpinan Joe Biden, perang dagang antara Amerika Serikat dan China diharapkan tidak terjadi. Untuk penjelasan lebih lengkap tentang dampak terpilihnya Joe Biden terhadap investasi.

4. Target perusahaan IPO

Ketika secara resmi membuka perdagangan saham perdana 2021, Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto, menyatakan bahwa Bursa Efek Indonesia menargetkan setidaknya 30 perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Beliau juga menuturkan bahwa BEI berharap jumlah dananya cukup signifikan, apalagi dengan nilai Surat Berharga Negara (SBN) yang sedang rendah.

5. Banyaknya sektor saham yang berpotensi membaik

Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menyatakan kalau prediksi kinerja beberapa sektor saham bakal meningkat selama 2021. Beberapa di antaranya adalah sekot perbankan, properti (karena suku bunga yang masih rendah), dan konstruksi dan infrastruktur, karena terbawa rancangan pemerintah yang bakal belanja banyak infrastruktur buat perkembangan ekonomi. Selain itu, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, juga optimis terhadap saham-saham berbasis farmasi, teknologi, dan juga transportasi. 

Tapi, perlu diingat nih bahwa hampir semua prediksi peningkatan IHSG pada tahun 2021 ini bergantung banget sama keberhasilan vaksin. Berhasil atau tidaknya vaksin pada tahun ini tentunya bakal menciptakan efek kupu-kupu buat seluruh sektor kehidupan masyarakat, gak terkecuali sektor investasi. Buat IHSG, if the vaccine doesn’t work, kayaknya IHSG harus siap-siap terima rapot merah lagi nih.

Takeaway your news! Dapatkan konten eksklusif langsung ke email kamu!

Tulis email kamu dibawah ini. Gratis, tanpa komitmen